Kontrak Berjangka S&P 500 Cetak Penurunan Tipis Dengan Memperhatikan Stimulus AS Dan Keputusan Fed
- Kontrak berjangka S&P 500 menghentikan pemulihan hari sebelumnya di tengah sentimen yang hati-hati.
- Perundingan paket bantuan AS yang sedang berlangsung bergabung dengan jeda perdagangan sebelum Fed akan membebani risikonya.
- Ketegangan AS, Australia dengan Tiongkok serta kurangnya data menjelang sesi Eropa juga menghentikan risk-on sebelumnya.
Kontrak berjangka S&P 500 turun menjadi 3.682, melemah sebanyak 0,12% dalam intraday selama awal Rabu. Dengan demikian, barometer risiko ini memangkas kenaikan besar pada Selasa karena para pedagang beralih berhati-hati dengan memperhatikan pertemuan stimulus virus corona AS (COVID-19) dan Federal Reserve.
Sesuai pembaruan terbaru dari reporter CNN, Manu Raju, pembuat kebijakan AS sedang menggodok paket bantuan yang sangat ditunggu-tunggu. Koresponden Kongres Senior itu menyebutkan, “Setelah rapat di kantor Pelosi selama sekitar satu jam selama pertemuan kedua mereka hari itu, McConnell dan McCarthy sekarang berkumpul di kantor pimpinan Senat GOP. Belum ada kabar atas negosiasi COVID."
Sebelumnya pada hari ini, Pemimpin Mayoritas Senat AS Mitch McConnell memberikan nada optimis untuk stimulus.
Di tempat lain, lonjakan kasus virus dan tingkat kematian baru-baru ini, belum lagi varian baru COVID-19, di Inggris, negara-negara di belahan bumi utara terpaksa memberlakukan lockdown lokal. Di antaranya, AS, Inggris, dan Eropa yang terkena dampak parah.
Perlu dicatat bahwa gelombang global yang menghapus perusahaan Tiongkok dari indeks utama seperti S&P, DJI dan MSCI menunjukkan bahwa perselisihan Barat dengan Beijing semakin serius. Selain itu, Australia siap meminta bantuan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) terkait dengan langkah-langkah hukuman perdagangan Tiongkok dan meningkatkan ketegangan dengan pelanggan utamanya.
Yang jug membebani harga adalah suasana pra-Fed yang umumnya diamati. Bahkan jika Fed secara luas diharapkan untuk mempertahankan kebijakan moneter tidak berubah, kemungkinan pengumuman pelonggaran lebih lanjut pada tahun 2021 akan mendapatkan perhatian utama.
Di tengah permainan ini, saham di Asia-Pasifik mencetak kenaikan saat mengikuti penutupan Wall Street dan harapan akan vaksin di dalam negeri.
Selanjutnya, perkembangan mengenai stimulus AS, Brexit dan Fed akan menjadi faktor kunci. Namun, pembacaan awal dari angka aktivitas bulan Desember juga penting untuk diperhatikan.
Baca: Pratinjau Federal Reserve: Bagaimana Keceriaan Ekonomi Natal Dapat Merusak Suasana Pasar