Bursa Saham Asia: Pembeli Terhibur Transisi Biden, Harapan Vaksin Meskipun Tiongkok Menjadi Spoiler

  • Saham Asia di luar Tiongkok tetap positif karena Presiden terpilih AS Joe Biden mendapat persetujuan resmi untuk mempersiapkan diri untuk menguasai Gedung Putih.
  • Perkembangan vaksin mengindikasikan penyembuhan yang lebih cepat untuk pandemi, soft Brexit dalam radar.
  • Deputi Gubernur RBA Debelle menolak suku bunga negatif, Gubernur RBNZ Orr menentang seruan perubahan dalam kewenangan bank.
  • Guberbur BoJ Kuroda mengindikasikan pelonggaran lebih lanjut, surplus neraca perdagangan Australia menyusut di bulan Oktober.

Ekuitas Asia, kecuali Tiongkok, mendapat keuntungan dari persetujuan transisi Presiden AS terpilih Biden serta perkembangan optimis terkait vaksin covid Selasa pagi. Ketika menggambarkan suasana hati, indeks MSCI untuk saham Asia-Pasifik di luar Jepang mencetak kenaikan 0,10% intraday sedangkan Nikkei 225 Jepang naik 2,8% sembari meraih tertinggi baru multi-tahun.

Bukan hanya kekhawatiran bahwa pemerintahan Biden tidak akan berbeda dengan pemerintahan Trump terhadap Tiongkok, tetapi obrolan tentang persiapan Amerika untuk membentuk aliansi perdagangan dengan teman-teman Barat juga membebani saham dari Beijing.

Di tempat lain, bankir bank sentral dari Australia, Selandia Baru, dan Jepang menunjukkan sinyal yang beragam, sebagian besar mengulangi apa yang telah mereka katakan sebelumnya. Deputi Gubernur RBA Guy Debelle menolak kemungkinan kenaikan suku bunga setelah meningkatnya kebisingan baru-baru ini karena tidak ada lagi penurunan suku bunga. Ditambah data Ekspor dan Impor Australia yang optimis untuk bulan Oktober mendorong ASX 200 menuju tertinggi baru sejak Februari, saat ini naik 1,33%.

Di sisi lain, Gubernur RBNZ Adrian Orr meredam harapan sebelumnya bahwa bank dapat mempertimbangkan harga perumahan masuk ke dalam kewenangannya, yang pada gilirannya memangkas kenaikan NZX 50 sebelumnya sembari tetap mengedipkan kenaikan 1,08% intraday.

Lebih lanjut, Gubernur BoJ Haruhiko Kuroda dan Direktur Eksekutif BoJ Kimihiro Etoh keduanya menunjukkan kesiapan untuk mendorong easy money di dalam negeri sementara Sankei menyebutkan stimulus ketiga bisa 20 triliun yen.

Dengan latar belakang ini, S&P 500 Futures dan yield Treasury AS 10-tahun juga menandai positif ringan sementara saham di Indonesia, Korea Selatan dan India mencoba menyesuaikan nada dengan tetangga regional mereka, bahkan dengan momentum positif yang lebih rendah.

Meskipun kekurangan data/acara dapat memberikan kelegaan bagi permainan pasar, katalis risiko dapat membuat pelaku pasar sibuk.

NZD/USD: Respon Kelu Terhadap Komentar Gubernur RBNZ Orr

Gubernur Reserve Bank of New Zealand (RBNZ) Adrian Orr segera diberitakan segara sebelum waktu penulisan, menolak proposal pemerintah untuk menambahka
Baca selengkapnya Previous

GBP/USD: Pertahankan 1,3300 Saat UE-Inggris Incar Rencana Sementara Untuk Rintangan Brexit

GBP/USD mencetak kenaikan ringan di atas 1,3300, saat ini naik 0,10% di sekitar 1,3300 saat menuju pembukaan London Selasa ini. Cable kesulitan untuk
Baca selengkapnya Next