10 Feb 2016
Brexit Membawa Risiko Resesi - Nomura
FXStreet - Tim riset Nomura, mengatakan bahwa Inggris akan mengadakan referendum terkait keanggotaan Uni Eropa dalam beberapa bulan ke depan dan jika Inggris akan keluar (probabilitas 25%), akan ada ketidakpastian signifikan yang bisa memicu koreksi tajam di ketidakseimbangan besar Inggris.
Kutipan penting
"Keengganan investor eksternal untuk membiayai transaksi berjalan pada saat ini bisa menyebabkan jatuhnya mata uang 10-15% selama beberapa bulan.
Inflasi impor akan menurunkan pendapatan riil dan bisa menyebabkan keterlambatan deleveraging rumah tangga yang menurunkan harga rumah sebesar 10%. Kami pikir guncangan ini bisa mendorong ekonomi ke dalam resesi sekitar 2% dari puncak ke palung.
Dengan ruang fiskal yang terbatas, kami mengharapkan kebijakan moneter akan merespon dengan penurunan suku bunga dan QE, bukan perkiraan awal kami untuk kenaikan suku bunga.
Kami menganalisis dampak pada Gilt dari dasar fundamental dan faktor persediaan/permintaan. Keduanya bersama-sama, pandangan kami yang paling meyakinkan adalah bahwa skenario Brexit akan membuat kurva curam, karena pemangkasan MPC selain permintaan luar negeri berpotensi menghentikan atau bahkan membalik."
Kutipan penting
"Keengganan investor eksternal untuk membiayai transaksi berjalan pada saat ini bisa menyebabkan jatuhnya mata uang 10-15% selama beberapa bulan.
Inflasi impor akan menurunkan pendapatan riil dan bisa menyebabkan keterlambatan deleveraging rumah tangga yang menurunkan harga rumah sebesar 10%. Kami pikir guncangan ini bisa mendorong ekonomi ke dalam resesi sekitar 2% dari puncak ke palung.
Dengan ruang fiskal yang terbatas, kami mengharapkan kebijakan moneter akan merespon dengan penurunan suku bunga dan QE, bukan perkiraan awal kami untuk kenaikan suku bunga.
Kami menganalisis dampak pada Gilt dari dasar fundamental dan faktor persediaan/permintaan. Keduanya bersama-sama, pandangan kami yang paling meyakinkan adalah bahwa skenario Brexit akan membuat kurva curam, karena pemangkasan MPC selain permintaan luar negeri berpotensi menghentikan atau bahkan membalik."