4 Feb 2016
Minyak Brent Menguat Ketika Ekspor Iran Lebih Lambat Dari Perkiraan
FXStreet - Harga minyak Brent menguat di sesi Asia, memperpanjang kenaikan tajam yang terlihat pada sesi sebelumnya di balik pelemahan USD dan kemungkinan kesepakatan OPEC untuk memangkas produksi.
Futures saat ini diperdagangkan 54 sen atau 1,54% lebih tinggi di sekitar USD 35,55/barel. Spekulasi tentang kemungkinan pertemuan OPEC atau pertemuan OPEC dan non-OPEC untuk memangkas produksi terus mendukung harga.
Sementara itu, data yang dirilis oleh perusahaan analisis data maritim Israel Windward menunjukkan floating storage Iran turun hanya 5,4 juta barel sejak sanksi dicabut baru-baru ini. Hal itu menunjukkan bahwa Iran lambat untuk memindahkan minyak keluar dari negaranya.
Level Teknis Brent
Resisten langsung terlihat di 36,29 (DMA-50), di atasnya harga bisa menargetkan 37,11 (23,6% dari tertinggi Mei 2015 - terendah Jan 2016). Di sisi lain, penembusan di bawah DMA-5 di 34,68 bisa membuka kemungkinan untuk penurunan ke 33,49 (DMA-10).
Futures saat ini diperdagangkan 54 sen atau 1,54% lebih tinggi di sekitar USD 35,55/barel. Spekulasi tentang kemungkinan pertemuan OPEC atau pertemuan OPEC dan non-OPEC untuk memangkas produksi terus mendukung harga.
Sementara itu, data yang dirilis oleh perusahaan analisis data maritim Israel Windward menunjukkan floating storage Iran turun hanya 5,4 juta barel sejak sanksi dicabut baru-baru ini. Hal itu menunjukkan bahwa Iran lambat untuk memindahkan minyak keluar dari negaranya.
Level Teknis Brent
Resisten langsung terlihat di 36,29 (DMA-50), di atasnya harga bisa menargetkan 37,11 (23,6% dari tertinggi Mei 2015 - terendah Jan 2016). Di sisi lain, penembusan di bawah DMA-5 di 34,68 bisa membuka kemungkinan untuk penurunan ke 33,49 (DMA-10).