Forex Hari Ini di Indonesia: Rupiah Tunggu Data Neraca Pembayaran dan Uang Beredar

Berikut adalah yang perlu diketahui untuk perdagangan Rupiah pada Jumat, 21 Agustus:

Indeks Dolar AS bergerak di 98,80 turun 0,07% pada basis harian, meredam penurunan 0,86% Rabu lalu yang ditekan oleh pengumuman bahwa Departemen Keuangan AS akan menggandakan pembelian obligasi Pemerintah AS bertenor panjang.

Namun demikian, Greenback rebound dari 98,56, level terendah sejak 15 Mei yang diraih kemarin. Ke depan, para pedagang akan memperhatikan data Indeks Manajer Pembelian (Purchasing Managers Index/PMI) dari S&P Global yang mencakup Manufaktur, Jasa, dan Gabungan yang akan dirilis hari ini pada pukul 13:45 GMT (20:45 WIB).

Sementara itu dari sisi Rupiah, mata uang ini menguat ke 17.740 per Dolar AS kemarin, level terkuat sejak 19 Juni di balik pelemahan mata uang Amerika Serikat dan menyusul keputusan Bank Indonesia untuk tetap mempertahankan BI-Rate di 5,75% pada hari Rabu.

Dari dalam negeri, perhatian pasar pada Jumat, 21 Agustus, tertuju pada data Neraca Pembayaran Kuartalan II dan Uang Beredar Juli yang akan dirilis oleh Bank Indonesia pada pukul 03:00 GMT (10:00 WIB). Tidak ada prakiraan untuk keduanya setelah Neraca Pembayaran sebesar -US$4,0 miliar dan Uang Beredar tumbuh 8,7% sebelumnya.

Bessent mengatakan AS kecil kemungkinan untuk melanjutkan pertempuran skala besar dengan Iran, meningkatkan tekanan ekonomi

Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, mengatakan bahwa rencana pemerintahan Presiden AS Donald Trump untuk menghancurkan ekonomi Iran kemungkinan akan meniadakan kebutuhan akan operasi militer besar AS terhadap Republik Islam tersebut, CNBC melaporkan pada hari Kamis.
Leia mais Previous

PMI Jasa Jibun Bank Jepang Agustus Meningkat ke 52.3 dari Sebelumnya 51.2

Leia mais Next